HUJAN-BANJIR, KEMARAU-BAU
Kota Kediri adalah sebuah kota yang terletak di lembah antara Gunung Wilis dan Kelud. Tepat di tengahnya, ia dibelah oleh sebuah sungai Brantas; sungai yang konon merupakan yang terlebar di Pulau Jawa.
Secara umum kota ini merupakan sebuah kota yang datar. Ia praktis tidak memiliki lekukan atau gundukan di bentang jalan-jalan yang dipunyainya. Sedikit daerah berbukit di sebelah barat kota, karena merupakan daerah yang sedikit terisolasi, maka kurang berpengaruh pada keseluruhan kesan jalan yang ada.
Sebagaimana umumnya kota-kota di Jawa, Kota Kediri pun merupakan sebuah kota kolonial. Tata kotanya dibuat sedemikian rupa sehingga blok-bloknya kurang-lebih sama dengan kota-kota kolonail lainnya. Beberapa bangunan khas kolonial yang bisa dengan mudah kita jumpai di seantero kota seakan menjadi bukti bahwa desain yang dimilikinya merupakan desain kolonial.
Namun ada yang terasa kurang lengkap dengan sebutan tersebut. Agak berbeda dengan kebanyakan kota kolonial lainnya, Kota Kediri kurang memiliki bukti (pen. entah karena memang tidak ada, ditimbun atau malah dihancurkan) tentang adanya drainase-drainase khas kolonial. Kota ini seakan dibangun secara tidak lengkap atau tidak tuntas.
Maka maklumlah jika, berbeda dengan kebanyakan kota kolonial lainnya, Kota Kediri cenderung sering direpotkan oleh hal-hal yang berkaitan dengan drainase. Pada musim hujan, di beberapa jalan nampak saluran air yang tidak kuasa menampung limpahan air. Genangan air dan banjir terjadi di mana-mana. Sementara di musim kemarau, karena sistem drainase yang tidak lancar atau bahkan kehabisan air menjadikan sampah atau kotoran yang ada di dalamnya menguarkan bau yang tidak sedap.
Sampai sejauh ini, persoalan semacam itu praktis belum teratasi. Dengan menahan diri, masyarakat menunggu kapan pemerintah daerah bertindak secara fundamental dan tuntas.
Jumat, 05 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Koloni tidak koloni para penduduknya juga sangat mempengaruhi, apalagi kalau pemikirannya cuek - cuek saja. ok boz.........
BalasHapus