Kamis, 04 Februari 2010

Masih dari Malang

Problemnya Tetap Gorong-gorong
Banjir di Jalan Ciliwung-Pandean

MALANG – Gorong-gorong dan saluran air menjadi permasalahan klasik yang dihadapi Kota Malang. Ironisnya hingga kini belum ada penyelesaiannya secara terintegral. Akibatnya, saat hujan deras di beberapa wilayah sering terjadi banjir yang cukup tinggi dan dapat mengganggu arus lalu lintas. Seperti yang terjadi di perempatan Jalan Ciliwung-Pandean Jumat (25/12) lalu.Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang Sutiaji mendesak agar Pemkot Malang memiliki sistem yang terintegral dalam mengatasi permasalahan gorong–gorong dan saluran air yang ada di Kota Malang. Selama ini, permasalahan saluran air hanya diatasi secara parsial, tidak tersistematik.“Kami sudah pernah menyampaikannya saat rapat di Komisi C, begitu juga dalam pandangan fraksi kami. Karena permasalahan gorong-gorong dan saluran air di Kota Malang sudah berlarut-larut,” kata Sutiaji kepada Malang Post kemarin.Karena ditangani secara parsial, banjir dan genangan air sering kembali terjadi saat hujan deras mengguyur Kota Malang. Selain di perempatan Jalan Ciliwung-Pandean, anggota FKB itu menyebutkan beberapa kawasan yang sering menjadi langganan banjir dan genangan air tinggi. Antara lain, Jalan Galunggung, depan Pesantren Gading, Klaseman, Tidar dan Jalan Gajayana dan beberapa kawasan lainnya.“Di jalan Galunggung misalnya, ketinggian air bisa lebih dari 50 centimeter. Sampai mobil pun tidak berani untuk melalui jalan itu. Padahal di daerah itu sering kali terjadi banjir dan genangan air yang cukup tinggi, tapi belum ada penyelesaiannya,” ungkapnya.Gorong-gorong yang dibuat Belanda dulu, bisa diterapkan dalam sistem drainase atau saluran air di Kota Malang. Dengan gorong-gorong yang besar di bawah tanah akan mampu menjadi saluran air besar yang dapat mengalirkan air-air dari semua saluran air yang ada. “Kejadian lalu dapat menjadi pelajaran bagi Pemkot Malang untuk dapat menyusun secara sistematik saluran air di Kota Malang. Sudah waktunya ada sistem gorong-gorong yang sistematik di Kota Malang. Miris sebagai kota yang berada di dataran tinggi tapi masih sering terjadi banjir atau genangan air yang tinggi,” ujarnya.Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Pemkot Malang berusaha untuk mencari blue print gorong-gorong atau saluran drainase yang dibangun di Kota Malang pada zaman Belanda lalu. Pencarian hingga ke negara Belanda, tapi belum juga ada hasilnya. Rombongan wali kota yang datang ke Belanda pada September lalu, juga belum dapat menemukannya. Meski sudah menelusuri ke berbagai perguruan tinggi tua di negeri kincir angin itu. (aim/lim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar