Pemkot Malang Berburu Dana Hibah dari Belanda untuk Benahi Drainase
Masalah drainase di Kota Malang akan segera teratasi. Pemkot Malang akan mendapatkan dana hibah yang cukup besar dari pemerintah Belanda untuk pembenahan sanitasi itu.
Hal itu dibenarkan Wali Kota Malang, Peni Suparto. Menurutnya, saat ini Pemkot Malang tengah mengurus semua persyaratan dana hibah yang akan diberikan pemerintah Belanda untuk Pemkot Malang.“Untuk menerima dana hibah itu, saya diminta untuk ke Nederland (Belanda) untuk bertemu langsung pemerintah Belanda yang akan memberikan dana hibah bagi sanitasi di Kota Malang.” Kata Inep, sapaan akrab Peni Suparto kepada Malang Post kemarin.
Rencananya, dalam pekan ini juga ia akan terbang ke Belanda. Hanya saja, Inep belum dapat menyampaikan berapa besarnya dana hibah yang akan diterima dari Belanda untuk perbaikan dan pembenahan sanitasi.
Dari analisanya, dana hibah itu terkait dengan desain sanitasi di Kota Malang yang dulu dibangun zaman kolonial Belanda. Dari desain sanitasi yang dibangun di Kota Malang, diprediksi sampai 2010. Karena masa desain santisai itu akan segera habis, pemerintah Belanda siap untuk mengucurkan dana untuk pembenahan sanitasi yang ada di Kota Malang.
“Itu hanya analisa saya, sesuai dengan desain sanitasi yang dibangun Belanda pada saat itu,” ungkapnya.
Dengan adanya kucuran dana hibah dari Belanda, saat hujan yang akan datang, tidak ada lagi daerah-daerah yang tergenang air. Karena semua sanitasi, khususnya yang menjadi peninggalan Belanda sudah dapat dibenahi dan diperbaiki.
“Soal bagaimana konsepnya, nanti akan ada pembicaraan dengan pemerintah Belanda. Mungkin saja ada konsep-konsep baru terkait dengan sanitasi yang ada di Kota Malang,” terangnya.
Seperti diketahui, secara fisik, perencanaan kota di Indonesia (termasuk kota Malang) pada zaman penjajahan Belanda dirancang oleh arsitek Belanda Thomas Karsten . Ia sangat memperhatikan masalah fisik kota dan memberikan kontribusinya dalam menyelesaikan masalah sanitasi kota dan di kawasan kampung.
Sebelumnya, Pemkot Malang pernah memburu blueprint riol (gorong-gorong) Kota Malang zaman kolonial langsung ke Belanda. Secara umum kondisi drainase dan sanitasi di Kota Malang terutama pada saluran drainase tertutup, sebagian besar sudah cukup tua peninggalan jaman penjajahan Belanda.
Kondisinya banyak mengalami penurunan kualitas seperti terjadinya penyumpatan dan tidak berfungsinya manhole sebagi street inlet. Keadaan ini sangat mengkhawatirkan bagi penduduk dan pengguna jalan apabila terjadi genangan air akibat peningkatan intensitas curah hujan. Seperti Riol peninggalan Belanda di kawasan sekitar Jl Ijen itu konon kedalamannya setinggi orang lebih., riol itu sudah kena cor bangunan sehingga tersumbat.(aim/eno/malangpost)
Kamis, 04 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar